Tahuna, MANADONEWS.CO.ID – Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis yang merupakan bagian dari program nasional Presiden Prabowo Subianto resmi di luncurkan di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Peresmian perdana program ini di lakukan oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, SE, MM, bersama Wakil Bupati Tendris Bulahari, pada Jumat (21/03/2025) di Kampung Kawaluso, Kecamatan Kendahe.
Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua TP PKK Ny. Cherry S. Thungari Soeyoenus, SE, Wakil Ketua TP PKK Ny. Agnes Bulahari Walukow, SE, instansi terkait, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Pemeriksaan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui berbagai skrining kesehatan yang di lakukan secara menyeluruh.
Dalam keterangannya, Plt Kepala Puskesmas Kendahe dr. Samuel Kadmon Pontoh menjelaskan bahwa program ini memiliki cakupan pemeriksaan kesehatan yang luas, mencakup berbagai jenis skrining penting untuk deteksi dini penyakit.
“Salah satu fokus utama dalam program ini adalah skrining tiroid kongenital pada bayi. Ini bertujuan untuk mendeteksi gangguan hormon tiroid yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak. Dengan deteksi dini, kita bisa mencegah risiko keterlambatan perkembangan dan memberikan penanganan yang tepat sejak awal,” ujar dr. Samuel.
Selain itu, di lakukan pula skrining thalasemia untuk mengetahui apakah seseorang memiliki kelainan darah ini yang dapat menyebabkan anemia berat.
“Jika di temukan sejak dini, kita bisa memberikan edukasi dan perawatan yang sesuai agar penderita dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat,” tambahnya.
Tidak hanya sampai di situ, program ini juga mencakup skrining tuberkulosis (TB) untuk mendeteksi dan mengobati penyakit ini sebelum berkembang lebih lanjut.
“TB masih menjadi tantangan kesehatan di masyarakat dan dengan deteksi lebih awal, kita bisa mengurangi angka penyebaran dan komplikasi yang di timbulkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, pemeriksaan Hepatitis B, HIV, dan sifilis juga menjadi bagian dari layanan skrining ini.
“Deteksi dini sangat penting agar jika ada kasus baru, pasien bisa langsung mendapatkan terapi yang sesuai,” kata dr. Samuel.
Selain penyakit menular, program ini juga menargetkan penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes mellitus (DM) tipe 2, dan obesitas.
Menurutnya, penyakit-penyakit ini sering kali muncul akibat pola hidup yang kurang sehat, sehingga pemeriksaan ini juga menjadi momen edukasi bagi masyarakat.
Lebih lanjut, dr. Samuel menegaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga memiliki tiga tujuan utama yakni:
1. Meningkatkan Kesadaran Pola Hidup Sehat
“Skrining ini bukan hanya soal mendeteksi penyakit, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat, olahraga teratur, dan gaya hidup yang lebih baik agar bisa mencegah penyakit sejak dini,” ujarnya.
2. Deteksi Dini untuk Mengurangi Biaya Perawatan Kesehatan
“Banyak penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung yang bisa di cegah jika kita mengetahuinya sejak awal. Dengan skrining ini, kita bisa melakukan intervensi lebih cepat dan mengurangi beban biaya kesehatan yang tinggi akibat pengobatan jangka panjang,” kata dr. Samuel.
3. Peningkatan Kesehatan Mental Masyarakat
Selain pemeriksaan fisik, penyuluhan kesehatan mental juga menjadi bagian dari program ini.
“Kesehatan mental sering kali di abaikan, padahal stres, kecemasan, dan depresi bisa berdampak pada kondisi fisik seseorang. Melalui program ini, kita juga memberikan perhatian terhadap kesejahteraan psikologis masyarakat,” tambahnya.
Dengan berbagai layanan kesehatan yang di berikan, program ini di harapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait berkomitmen untuk terus memperluas cakupan layanan ini, sehingga manfaatnya dapat di rasakan oleh seluruh masyarakat, terutama di wilayah terpencil.
“Ini adalah langkah awal yang sangat baik. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan program ini dengan sebaik-baiknya demi kesehatan yang lebih baik ke depan,” pungkas dr. Samuel.
(Riko)